01 March 2019

Cerita Perjalanan Haji 2018.


bismillahirohmanirrohim, akhirnya cerita juga di blog tentang perjalanan hajiku dan suami 2018 kemarin. buat yang mau lihat gimana suasana per harinya, aku simpan juga di Highlight IG Stories. aku daftar haji tahun 2014, cerita di sini. buatku, perjalanan haji bukan saja soal kewajiban rukun Islam yang harus dipenuhi atau sekedar impianku sejak dulu. lewat perjalanan Haji ini, sungguh  meninggalkan kesan yang mendalam buat aku dan suami, pelajaran hidup luar biasa hingga akhirnya cukup besar merubah visi kedepannya selama sisa usia :'). tidak menyangka doaku 2 tahun lalu saat umroh bisa terkabul tahun kemarin itu. Allah maha penyayang, dan ini membuatku semakin 'malu' selama ini belum segitu sayangnya sama Allah.


“Islam dibangun atas 5 (rukun): Persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (H.bukhari, )Haji merupakan Penyempurna Rukun Islam by @ubndigitalacademy :
·                Syahadat membutuhkan komitmen dalam hati
·                 Shalat membutuhkan kekuatan mental dan konsentrasi.
·                puasa membutuhkan kekuatan fisik tanpa materi.
·                Zakat membutuhkan kekuatan ikhlas dan materi, tanpa kekuatan fisik.
·                Ibadah haji meliputi keseluruhan dimensi tersebut. Mulai dari komitmen, kekuatan mental dan konsentrasi, kekuatan fisik dan materi, serta kekuatan ikhlas. Karenanya, esensi-esensi haji bersifat vertikal dan horizontal, melangit dan membumi

Cerita sebelum berangkat.
 Jd soal naik haji ini sudah cita2ku sejak awal kerja dulu, begitu punya gaji sendiri terus mau brkt umroh diingatkan bapak untuk memenuhi yg wajib dulu yaitu haji. Kalau sudah daftar haji (walaupun belum brkt) lalu kemudian mau umroh tidak apa2. Akhirnya aku simpan uangnya untuk mendaftar haji. 2 tahun kemudian aku menikah, dan sejak awal langsung membuat tabungan untuk haji bersama suami. 2,5 thn kemudian rekan kantorku mba may mendaftar haji dan sharing bahwa antrian keberangkatan untuk haji onh plus sekitar 5 tahun dan reguler sekitar 15 thnan untuk Wilayah Jakarta. Akhirnya aku dan suami langsung mendaftar dng simpanan awal kami di awal berumahtangga ­čśé setelah itu kami mendapat kan nomor porsi yg bs digunakan untuk cek perkiraan waktu keberangkatan.Harusnya aku brkt tahun 2019/2020, Tp setahun terakhir keinginan untuk brkt haji semakin besar. Berdoa terus tiap lihat org brkt haji, Aku save2 gambarnya hehehe. Di april 2018 sempat ditanya Klo ada Kuota sisa mau brkt tidak, Aku blg mau Tp ternyata belum rejeki tidak ada Kuota sisa. Awal juli saat aku mengajak ibu jalan2 sekaligus menemani ak training di singapore, di pesawat ibuku blg Klo dia mendoakan bgt supaya ak bs brkt tahun ini (pdhl itu tinggal 1,5 bulan dr keberangkatan kloter akhir). Sampai jkt pagi2 ak mendapat telp dr travel hajiku kalau ternyata ak dan suami bs brkt krn menggantikan jamaah yg mendadak batal brkt. . MasyaAllaah.. tabarakallah...ngga nyangka bgt baru 4 thn daftar udah bs berangkat :’) walaupun mepet persiapan Tp super semangat bgt dapet panggilan dr Allah. Buat yg belum mendaftar semoga dimudahkan yaa jalannya, untuk yg sudah mendaftar smg selalu diberi kesehatan hingga brkt nanti.


Cerita selama di sana.
Jadi perbedaan Haji dan Umroh memiliki rangkaian ibadah yg sama tetapi Haji memiliki beberapa  ibadah  lainnya yang tidak ada di umroh. Selain itu haji rata2 memakan waktu minimal sekitar 20 hari, ak total 28 hari, 3 minggu di Mekkah dan 1 Minggu di madinnah. Kenapa begitu, karena saat Haji jumlah manusia yang berangkat kesana jutaan orang (kalau lihat umroh sudah ramai, haji itu berkali kali lipatnya). Apalagi jamaah Indonesia terbanyak, sehingga berangkat dan pulangnya harus bergantian. kira2 itinerraryku selama di sana seperti ini:
·    Hari ke1      : perjalanan
·    Hari ke2      : tiba di mekkah dan langsung melaksanan umrah sebagai bagian dr haji tamattu
·   Hari ke3 -6  : pemantapan manasik haji di rumah singgah (ini semacam apartemen di mana sekamar aku ber5 dengan rekan ibadah hajinya sesama wanita, yg alhamdulillah jadi sahabat2 baik hingga sekarang).


·    Hari ke 7-11 : Rangkaian Utama Ibadah Haji (mabit di Mina, Wukuf di padanfg Areafah, mabit di muzdalifah, tawaf ifadah di masjidil haram, memotong kurban, dan melontra jumrah selama 3 hari berturut2. Nah selama ibadah haji utama ini kami tinggal di tenda di Mina bersama2 dengan ibadah haji satu rombongan, masyaAllah pengalaman 5 hari ini tidak akan terlupa seumur hidup. Terutama saat wukuf di arafah (berdiam diri di arafah stelah zuhur hingga magrib (sehari sebelum idul Adha). pengalaman di arafah Masya Allah benar tidak terlupakan. Air mataku tumpah ngga berhenti2 inget semua dosa :( aku minta ampun sebanyak2nya sama Allah, dan tidak lupa berdoa semampu yang aku bisa. Bahkan aku sempat telp kedua orang tua dan mertua serta untuk berdoa bersama. Wukuf di arafah ini merupakan rukun haji yang paling pokok, Nabi Muhammad berkata Haji itu adalah Arafah. Oleh karena itu jika berhaji namun tidak wukuf di arafah maka hajinya tidak sah, tidak heran mereka yang dalam keadaan sakit pun akan dibawa oleh ambulance di arab untuk ke sini dan berdiam sejenak walaupun hanya di dalam kendaraan :') katanya tidak ada doa yang tidak dikabulkan saat arafah masyaAllah.. jika ak mengingat ini rasanya langsung berkaca2 mengingat   momen ini.

·  hari ke12-18 : rombongan haji travelku pindah menginap di hotel swis al maqom yang dekaaaat sekali dengan masjidil haram, jadi sisa waktu kita di Mekkah digunakan untuk ibadah sebanyak2. aku bahagiaaa banget setiap hari bs sholat 5 waktu di sana, bahkan bisa tawaf sunah setiap hari bersama suami :') rasanya sebelum berangkat tidak terbayangkan akan ada momen seromantis ini beribadah berdua dan fokus pada Allah, Allah, Allah.
·  hari ke19 : hari terakhir di mekkah kami melakukan tawaf wada atau perpisahaan, sediih bgt tp sekaligus bersyukur bisa dikasi kesempatan sebanyak ini untuk dekat sama Allah. Alhamdulillah selama tawaf sunnah dan wada aku berkali2 bisa berdoa di tempat yg ustajab seperti multazam, maqam ibrahim, hijr ismail. padahal yg namanya musim haji tuh ya ampun penuhnya luar biasaaa. siangnya kita  bertolak ke madinah dengan bis

·                hari ke20-26 : : kami menghabiskan waktu untuk beribadah di Madinnah tepatnya di mesjid nabawai, sempat juga berdoa di raudah makam nabi muhammad. sampai akhirnya di hari ke-27 kami kembali ke Indonesia. Selama di Mekkah dan Madinnah pun kami menyempatkan bekrunjung berbagai tempat berserajarah layaknya yang dilakukan saat umroh. 


Cerita setelah berhaji
Ada beberapa hal yg aku sangat syukuri mendapat panggilan Allah untuk berhaji di usia 31 tahun ini :

·    waktu luang yg begitu banyak untuk beribadah. Dulu suka heran Kenapa sih org berhaji itu lama2 padahal ibadah utamanya hanya sekitar 8 harian , memang secara sistem krn dr negara kita banyak yg brkt begitu pula jutaan org yg berkumpul di satu tempat membuat keberangkatan dan kepulangan mesti diatur bertahap. Tp justru krn inilah, aku mendapat kesempatan 5 waktu sholat di mesjid tepat waktu, waktu menunggu mulai sholat yg panjang dng berzikir, membaca alquran, sholat sunnah, thawaf. Nikmat mana yg mau dustakan? 
· belajar ikhlas akan ketetapan Allah. Hal ini Aku pelajari sejak sebelum berangkat hingga saat inipun. Ikhlas saat Harus meninggalkan anak2 sebulan lamanya, ikhlas saat Sudah minum obat penunda haid dan kadang tetap flek, ikhlas jika ada hal yg Kurang berkenan selama perjalanan, dst. MasyaAllah, buat Aku yg karakternya agak keras, menjadi latihan buat aku sepanjang waktu. 
·  usia muda dan nikmat kesehatan membuat aku “memaksakan diri” dalam hal positif, salah satu sifat Allah itu Maha Memaksa. Jd sesi berusaha optimal pada setiap rangkaian ibadah haji, walaupun byk jamaah yg Lebih tua tak kalah semangatnya.
·    momen haji Jg Jd waktu ak & suami untuk refleksi perjalanan Rumah tangga kita dan me rencana ulang arah hidup sesuai harapan Allah.
·  terakhir, Aku bersyukur dipertemukan Allah dengan rekan2 yg baik selama berhaji yang saling menyemangati untuk beribadah, yg saling berbagi ilmu agama yg mereka miliki. 

Semoga aku dan suami menjadi haji yang mabrur, serta niat dan ikhtiar untuk menjadi Lebih baik mendapat ridho dr Allah swt, dimudahkan jalannya serta  dikuatkan untuk selalu istiqomah sepulang haji nanti aamiin2 YRA. Untuk semua yang sudah berniat, dan mendaftarkan porsi hajinya segera dipanggil oleh Allah dan dimudahkan jalannya hingga ke sana yaa. Semoga bermanfaat ceritanya, jika ada yang ingin ditanyakan bisa DM aku di IG atau email :) 




No comments:

Post a Comment