15 February 2017

Umroh bersama anak.

Akhir tahun kemarin (16-24 des),  saya sekeluarga kecil  dengan keluarga besar saya mendapat rejeki untuk berangkat umroh bersama. Pertama kali dengar rencana ini dari orang tua saya (eyangnya raya garda), rasanya senang sekali. Jadi sejak belum nikah ingin sekali umroh bersama tapi waktunya selalu ngga pas, setelah kerja punya uang sendiri mau umroh lalu diingatkan orang tua untuk disimpan uangnya untuk mendaftar haji (karena Haji kan hukumnya wajib, jadi sebenarnya harus ditunaikan dulu walaupun belum tau kapan bisa berangkatnya). Lalu punya cita-cita berangkat haji usia 30 tahun, ternyata rejekinya 2 tahun lalu baru bisa daftar dan pas usia 30 bisa ke tanah suci dulu untuk umroh. Walaupun rencananya cukup dadakan, tapi alhamdulillah semua anggota keluarga malah bisa dan dimudahkan sekali dari persiapan, di sana hingga kepulangan.




Karena ini pertama kalinya travelling bersama anak-anak Raya (4 tahun) dan Garda (1 tahun) untuk jarak jauh dan ke tanah suci juga, jadi ada beberapa persiapan khusus untuk keberangkatan bersama mereka :

1. Menjaga kesehatan sebelum berangkat
Selain suntik meningitis buat kakak (disarankan jika sudah di atas 2 tahun), sebelum berangkat anak-anak dijaga sekali supaya bisa berangkat dalam keadaan fit. usahakan pas berangkat anak-anak tidak sedang flu/demam.

2. Membawa segala keperluan utama (makanan. mainan, pakaian)
Mulai dari diapers,tisu basah dan makanan instan untuk adek, susu uht dan cemilan, obat-obatan demam,flu, diare jikalau anak-anak sakit di sana(karena belum tentu cocok dengan obat di sana), baju sesuai udara di sana (kalau desember tidak terlalu dingin tapi cukup berangin). selain itu, saya juga membawakan buku dan mainan favorit kakak adek, terutama kertas dan alat mewarnai. Ini sangat efektif saat di pesawat, saat menunggu ayah bunda ibadah di mesjid juga saat stay di hotel. Oia, di sana karena banyak di dalam mesjid dan perjalanan ke mesjid banyak sekali orang lalu lalang membuat kurang stroller friendly. Oleh karena itu, saran saya membawa gendongan sejenis ergo. Ini juga bermanfaat sekali saat melakukan tawaf.

3. Persiapan pengetahuan tentang umroh
Untuk usia kakak yang 4 tahun, sudah bisa banget tuh dipersiapkan cerita-cerita mengenai seperti apa makna ibadah umroh serta sejarah mesjid maupun tempat-tempat lainya di tanah suci. 2 buku ini jadi favorit banget untuk diceritakan, selain itu sebelum berangkat juga request sama guru privat ngajinya raya dari @muslim.smart untuk fokus materinya mengenai umroh dulu. Terbukti selama di sana kakak jadi kaya seru sendiri pas lihat langsung kabah dll sesuai cerita yang di baca.


4. Cek transport dan akomodasi selama di sana
Karena biasanya kalau umroh kita dengan travel, sebenarnya semuanya pasti terjamin. Tapi yang dimaksud dengan cek, kita bertanya detail mengenai pesawat apa yang digunakan (kemarin kami menggunakan emirates yang sangat kids friendly fasilitasnya), lalu cek juga bagaimana jarak dr hotel ke mesjid beserta daerah di sekitarnya supaya bisa memperkirakan waktu persiapan ke mesjid (kan kalau dengan anak pasti butuh waktu yang lebih lama) sampai cek praktek dokter terdekat kalau ada keadaan darurat. Saya dan kakak raya sempat demam saat mau pulang ke jakarta, jadi kami sempat ke dokter hanya untuk memastikan bahwa keadaan ok, alhamdulillah pas di pesawat justru demamnya hilang hehehe.


5. Ibadah seoptimal mungkin namun menyesuaikan keadaan anak
Waktu sebelum berangkat dapat masukan banyak dari suci,  ibadah umroh bersama anak mungkin tidak sesempurna jika kita beribadah sendiri (kecuali anaknya sudah cukup besar). Seperti usia raya garda, masih ada kebutuhan tidur siang sehingga terkadang tidak bisa  5 waktu sholat ke mesjid atau saat sholat terkadang berkurang khusyu-nya karena mengawasi anak-anak (waktu ke sana garda belum bisa jalan sendiri, sehingga terkadang saya sholat sambil menggendongnya atau sholat bergantian sehingga ibu/adik saya bs menjaga anak-anak saat saya sholat). Namun memang sudah diniatkan ibadah, lakukan sebaik yang kita bisa tapi tetap memenuhi hak anak juga :) InsyaAllah pahalanya juga nambah dari ngurus anak-anak yaa hehehe...



capek? pasti itu dan banget apalagi kalau masih ada anak bayi hehe *sampai jakarta kemarin langsung pesan  layanan massage ke rumah :p tp Intinya umroh bersama anak itu bahagia banget, semoga bisa jadi kenangan positif juga buat anak supaya jadi motivasinya untuk beribadah ke tanah suci. terima kasih Allah kesempatannya bertamu langsung ke rumahMu, semoga disegerakan kembali ke sana untuk berhaji. 




No comments:

Post a Comment